//
you're reading...
Uncategorized

BATUBARA

Jumat, 22 September 2011

Analisi Jurnal Tema Batubara

NAMA                         : Nazar Akbar

NPM                             : 12209996

KELAS                         : 3EA13

MATAKULIAH        : METODE RISET

Analisis Jurnal

Tema                  : Batubara sebagai Sumber Energi Masa Depan

Judul                  : Mengetahui perkembangan serta pemanfaatan   BatuBara di Dunia

Pengarang        : Nopryani Linda Sari

Tahun                 : 2009

Tema                   : BatuBara

*Latar belakang masalah     :

Fenomena      :

Cadangan batu bara dunia

Pada tahun 1996 di Amerika Serikat diestimasikan terdapat sekitar satu exagram (1 × 1015 kg atau 1 trilyun ton) total batu bara yang dapat ditambang menggunakan teknologi tambang saat ini, diperkirakan setengahnya merupakan batu bara keras. Nilai energi dari semua batu bara dunia adalah 290 zettajoules. Dengan konsumsi global saat ini adalah 15 terawatt, terdapat cukup batu bara untuk menyediakan energi bagi seluruh dunia untuk 600 tahun.

Demikian halnya dengan produksi batubara Indonesia di masa mendatang, diperkirakan akan terus meningkat. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (domestik), tetapi juga untuk memenuhi permintaan luar negeri (ekspor). Hal ini mengingat sumberdaya batubara Indonesia yang masih melimpah, di lain pihak harga BBM yang tetap tinggi, menuntut inustri yang selama ini berbahan bakar minyak untuk beralih menggunakan batubara.

Produksi batubara nasional terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Pada tahun 1992 tercatat sebesar 22,951 juta ton, naik menjadi 151,594 juta ton pada tahun 2005, atau naik rata-rata 15,68% pertahun. Jika diasumsikan proyeksi untuk tahun-tahun mendatang mengikuti kecenderungan (trend) tersebut diatas, maka kondisi pada tahun 2025, produksi akan meningkat menjadi sekitar 628 juta ton.

Dari sisi konsumsi, hingga saat ini segmen pasar batubara di dalam negeri meliputi PLTU, industri semen, industri menengah hingga industri kecil dan rumah tangga. Dalam kurun waktu 1998-2005, konsumsi batubara di dalam negeri berkembang 13,29%. Kondisi saat ini (2005) konsumsi batubara tercatat 35,342 juta ton, diantaranya 71,11% dikonsumsi PLTU, 16,48% dikonsumsi industri semen, dan 6.43% dikonsumsi industri kertas.

SINGAPURA: Goldman Sachs Group Inc mengatakan harga batubara di China akan naik tahun ini dan 2012 sebagai akibat hambatan transportasi yang memaksa untuk menutup beberapa tambang.

Menurut Julian Zhu, analis di Goldman, batubara termal dapat meningkat 7% pada 2011 dan 5% tahun depan. Harga untuk bahan bakar yang digunakan dalam pembuatan baja (kokas) diperkirakan naik 12% tahun ini dan 8% pada 2012.

Batubara termal atau steam coal, banyak digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik, pembakaran umum seperti pada industri bata atau genteng, dan industri semen. Sedangkan batubara metalurgi atau kokas (metallurgical coal atau coking coal) digunakan untuk keperluan industri besi dan baja serta industri kimia.

Penelitian Sebelumnya:

Dalam jurnal ini penulis mencantumkan penelitian yg dilakukan sebelumnya tentang Batubara yang dilakukan oleh M. Taufikul Basari,2011; Nopryani Linda Sari,2009; British Petroleum,2006;(sumber Wikipedia).

Motivasi Penelitian:

guna menunjang kebijakan pemerintah, mengenai diversifikasi penggunaan energi yang lain selain minyak bumi, maka maksud dari Batubara sebagai Sumber Energi Masa Depan Kita yaitu untuk mengetahui peta zona sebaran endapan batubara diseluruh wilayah Indonesia, terutama di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan yang kiranya sangat berpotensi untuk dieksplorasi atau eksploitasi lebih lanjut dan peta sebaran batubara berdasarkan kalori ini adalah untuk mengetahui dan melengkapi data sumber daya, cadangan dan kualitas batubara Indonesia secara nasional sehingga diharapkan dapat membantu  dalam menentukan kebijaksanaan di bidang energi terutama energi batubara secara nasional.

Sebagai media informasi mengenai data sumber daya batubara yang dapat dipakai sebagai acuan untuk mengembangkan potensi sumber daya batubara pada masing-masing daerah di wilayah Indonesia.

Masalah:

Zhu mengatakan gangguan kereta api dan konsolidasi dalam industri batubara mendorong harga lebih tinggi. Menurut McCloskey HIS—penyedia data yang berbasis di Inggris, batubara di pelabuhan Newcastle Australia, harga patokan Asia, naik US$2,35 atau 2% menjadi US$122,90 per metrik ton pada pekan yang berakhir 9 September.  Selain itu, lanjut Zhu, merger di industri batubara akan menyebabkan penutupan tambang yang lebih kecil.  “Kita telah melihat 1.000 tambang ditutup. Selain itu kemacetan kereta api dan meningkatnya biaya juga akan menjaga harga naik,”

Pada Laporan Tahunan 2006, memperkirakan pada akhir 2005, terdapat 909.064 juta ton cadangan batu bara dunia yang terbukti (9,236 × 1014 kg), atau cukup untuk 155 tahun (cadangan ke rasio produksi). Angka ini hanya cadangan yang diklasifikasikan terbukti, program bor eksplorasi oleh perusahaan tambang, terutama sekali daerah yang di bawah eksplorasi, terus memberikan cadangan baru.

Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan cadangan batu bara di Amerika Serikat sekitar 1.081.279 juta ton (9,81 × 1014 kg), yang setara dengan 4.786 BBOE.

Tujuan Penelitian:

Terkait dengan hal tersebut, pemerintah mengeluarkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) melalui PP Nomor 5 Tahun 2006 sebagai pembaruan Kebijakan Umum Bidang Energi (KUBE) tahun 1998. KEN mempunyai tujuan utama untuk menciptakan keamanan pasokan energi nasional secara berkelanjutan dan pemanfaatan energi secara efisien, serta terwujudnya bauran energi (energy mix) yang optimal pada tahun 2025. Untuk itu ketergantungan terhadap satu jenis sumber energi seperti BBM harus dikurangi dengan memanfaatkan sumber energi alternatif diantaraanya batubara.

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil gambaran tend supply-demand batubara nasional dari seluruh laporan yang terkumpul dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Produksi batubara nasional terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Pada tahun 1992 tercatat sebesar 22,951 juta ton, naik menjadi 151,594 juta ton pada tahun 2005, atau naik rata-rata 15,68% pertahun. Jika diasumsikan proyeksi untuk tahun-tahun mendatang mengikuti kecenderungan (trend) tersebut diatas, maka kondisi pada tahun 2025, produksi akan meningkat menjadi sekitar 628 juta ton.
  2. Batubara di Indonesia berdasarkan data 2005, kalori rendah (24,36%), kalori sedang (61,42%), kalori tinggi (13,08%) dan kalori sangat tinggi (1,14%) dengan jumlah sumberdaya sebesar 61.273,99 milyar ton. Sumber daya batubara tersebut tersebar di 19 propinsi.
  3. Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan cadangan batu bara di Amerika Serikat sekitar 1.081.279 juta ton (9,81 × 1014 kg), yang setara dengan 4.786 BBOE

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: