//
you're reading...
Uncategorized

Kenaikan Harga Kedelai Mengancam Ketahanan Pangan di Indonesia

KEDELAI?

Kedelai itu merupakan sejenis kacang – kacangan/polong-polongan  yang digunakan sebagai bahan untuk membuat kecap, tempe, tahu, susu kedelai pun bahkan ada lho..!

asal mulanya kacang kedelai ini sih datang ke nusantara indonesia oleh pengunjung yang berasal dari china.

kacang kedelai itu merupakan “SUMBER PROTEIN NABATI dan MINYAK NABATI di DUNIA  lho  (>.<)”.kenaikan harga khususnya kedelai lolal ini dipicu oleh faktor cuaca. Karena pada bulan Nopember dan Desember lalu yang biasanya musim kemarau dan panen raya kedelai, terjadi gagal panen. Hal ini diakibatkan tidak adanya musim kemarau pada saat itu bahkan yang terus terjadi hingga saat ini.

nah di tahun 2011 ini harga kedelai pun jadi mahal, dari harga normal sekitar Rp.6.400,-/Kg menjadi Rp.7.000,-/Kg.

menurut saya mungkin hal ini disebabkan oleh mlonjaknya harga cabai juga.

banyak karyawan-karyawan yang di pecat dari kerjaannya di pabrik tempe dan tahu pada suatu pabrik tsb. karna pihak atas dari perusahaan itu mungkin tidak sanggup membayar gaji karna melonjaknya bahan baku kedelai yg di gunakan  untuk membuat tahu ataupun tempe tersebut.

kenaikan harga kedelai ini berimbas pada hasil produk yang dijual. Karena pembuat tahu tempe tidak mau menaikkan harga, maka mereka mengecilkan ukuran tahu atau tempe yang dijual. Jika satu kali masakan dengan bahan kedelai seberat 15 kg dibuat tahu menjadi 144 potong, kini menjadi sekitar 152 potong. Dengan harga perpotong sekitar Rp. 900 untuk dijual ke warung dan pemilik warung mengecer Rp. 1.000 per potong. Meski memotong lebih kecil, para pengrajin juga tidak bisa mengambil laba yang cukup banyak, hanya sekitar Rp. 20.000 per satu kali masakan setiap hari. Itupun belum untuk keperluan bahan bakar minyak kendaraannya.

Bila tidak segera ditangai, dikhawatirkan akan menganggu produktifitas daging ayam ras dan juga telurnya. Dampak lanjutannya dapat mengerek harga daging ayam ras dan telurnya, Pemerintah menyikapi masalah kenaikan harga kedelai dalam negeri dengan cara penurunan bea masuk impor kedelai dari 5 persen menjadi nol persen.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: